oleh

Penggugat MD, Plang Merek Baru Terpampang Dilahan Sengketa

RbtvCamkoha – Di tengah tahap mediasi proses persidangan perkara sengketa lahan antara Alm. Amri Tanjung selaku pihak penggugat dengan Pemkab Seluma selaku pihak tergugat, papan merek yang semula dipasang pihak penggugat diketahui telah dicabut dan digantikan papan merek baru yang menandakan lokasi pembangunan gedung perpustakaan daerah di lokasi lahan yang kini masih bersengketa.

Di tahap mediasi yang ketiga di Pengadilan Negeri Tais yang digelar pada Jumat siang (1/7) sekitar pukul 10.00 WIB, ahli waris dari Alm. Amri Tanjung menyesalkan tindakan pihak tergugat dalam hal ini Pemkab Seluma, karena proses persidangan masalah sengketa lahan belum kelar.

“Kami dari keluarga Almarhum Pak Amri Tanjung sangat menyesalkan tindakan Pemkab Seluma memasang plang merk di lahan kami, seharusnya pihak Pemkab Seluma menghargai dan menghormati proses peradilan yang masih berlangsung dan tentu kami akan lanjutkan proses gugatan selanjutnya,” tegas Supeno Sardinata.

Lanjutnya, dalam proses mediasi yang masih berlangsung ini, Alm. Amri Tanjung menuntut pembayaran sisa ganti rugi di tahun 2007 silam, karena baru dibayar Rp 58 juta dari total yang harus dibayarkan sebesar Rp 155 juta atau 62,5 persen sesuai NJOP ketika dibayar dimasa pemerintahan Bupati Murman Effendi pada saat itu.

Namun bila berdasarkan NJOP sekarang ini, nilai jual objek tanah seluas 8.000 m2 tersebut sudah bernilai lebih kurang Rp 7,5 Miliar, ini artinya yang harus dibayarkan pihak Pemkab Seluma lebih kurang Rp 4,7 Miliar.

Sementara itu, Kabag Hukum Pemkab Seluma Nurpadliya, SH mengatakan dalam tahap mediasi ini karena Principal atau pihak penggugat meninggal dunia dimasa proses persidangan, maka kuasa yang diberikan kepada pihak kuasa hukum Alm. Amri Tanjung dinyatakan gugur, maka pihaknya menunggu penetapan dalam sidang selanjutnya.

“Iya ini mediasi yang ketiga terkait sengketa tanah dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Seluma, tapi karena Principal atau pihak penggugat meninggal dunia, jadi kuasa penggugat melalui kuasa hukumnya gugur, jadi kami menunggu keputusan hakim selanjutnya”, terang Nurpadliya.

Menyikapi hal ini, Sastra Buana selaku kuasa hukum Alm. Amri Tanjung mengatakan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung tanggal 2 April 1958 Reg. 5K/Sip/1957 menentukan bahwa untuk mengajukan gugatan dapat diajukan oleh salah seorang ahli waris. Dalam hal ini, ahli waris harus mengatur penetapan ahli waris atau surat keterangan ahli waris dari Pengadilan Negeri atau Pengadilan Agama, kemudian secara menambahkan permohonan tersebut kepada Pengadilan untuk melanjutkan perkara yang sedang berjalan tersebut.

“Apabila tergugat meninggal dunia dalam proses persidangan yang sedang berlangsung, maka kedudukan tergugat diajukan oleh ahli warisnya, karena kedudukan tersebut tidak memerlukan persetujuan dari Penggugat, tampilnya ahli waris pewaris sebagai tergugat bukan hak, tetapi kewajiban hukum bagi ahli waris yang dipilih untuk penilaian sehingga pihak penggugat tidak perlu memperbaiki gugatannya,” terang Sastra Buana.

SAKSIKAN SELENGKAPNYA DI LAPORAN DAERAH RBTV

(Hari Adiyono)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed