oleh

Warga Keluhkan Aplikasi My Pertamina Sebabkan Antrean Panjang di SPBU

RbtvCamkoha – Warga Kabupaten Seluma mengeluhkan penerapan aturan pembelian BBM di SPBU yang menggunakan QR Code dari aplikasi MyPertamina. Ini lantaran, warga harus mengantre lama hingga terjadi penumpukan kendaraan.

Pemandangan ini, hampir setiap hari terjadi di setiap SPBU yang ada di Kabupaten Seluma. Terlihat sejumlah kendaraan harus mengantre lama untuk menunggu giliran mengisi BBM di seluruh SPBU di Kabupaten Seluma.

Para pemilik kendaraan mengaku terpaksa menunggu lama, lantaran proses pengisian BBM menggunakan QR Code berulang kali terhenti, karena jaringan internet (lost signal).

Salah seorang warga yang tengah mengantre bernama Beli (36) mengatakan aturan baru pengisian BBM tersebut menghambat aktivitas. Ia pun meminta kepada pemerintah agar pengisian BBM dilakukan seperti sebelumnya, tanpa penerapan aplikasi.

“Harusnya bisa dipercepatlah, aplikasi apa itu malah buat sengsara masyarakat, mana BBM sudah mahal lambat pula setiap hari harus antrean panjang, kalau kita mau bandingkan dengan sebelumnya, lebih baik kembali dengan cara seperti dulu,” ujar Beli.

Hal senada juga disampaikan pelanggan SPBU lainnya yang sedang ikut mengantre, Minin (45) warga Desa Talang Prapat Kecamatan Seluma Barat yang menilai pemerintah harusnya membuat kebijakan yang tidak membuat masyarakat semakin terganggu. Menurutnya, penggunaan sistem QR Code MyPertamina dalam proses pengisian BBM bukannya memudahkan, justru menghambat aktivitas.

“Pemerintah harusnya ada langkah jitu yang bisa ditempuh agar lebih cepat pengisian BBM, paling tidak ada terobosan yang bisa dilakukan, sehingga kita pelanggan tidak terhambat seperti sekarang, karena lama menunggu antrean, sehingga menimbulkan antrean panjang,” ketusnya.

Sementara itu, salah seorang pengawas SPBU di Seluma Patra Ziro mengungkapkan pengisian BBM memang kerap terhambat, ketika terjadi pemadaman listrik PLN. Masalah ini terjadi selama uji coba pengisian BBM menggunakan QR Code diberlakukan sejak awal September lalu.

“Ya bang, karena sistem pada saat mati lampu atau pindah ke genset sistem dinormalkan ke awal lagi dan butuh waktu beberapa menit”, ungkap Patra Ziro.

SAKSIKAN SELENGKAPNYA DI LAPORAN DAERAH RBTV

(Hari Adiyono)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed