oleh

Kurun Waktu Satu Minggu, Enggano 5 Kali Diguncang Gempa Bumi

RbtvCamkoha – Kurun waktu satu minggu atau enam hari sejak 16 November hingga 21 November 2022, Kepulauan Enggano dan sekitarnya telah diguncang lima kali gempa bumi.

Gempa bumi terjadi dengan magnitudo yang bervariasi, mulai dari 5,0 SR, hingga 6,8 SR.

Berdasarkan catatan di website resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa rata-rata terjadi di wilayah barat laut Enggano – Bengkulu.

Dengan rincian sebagai berikut :

Pada 16 November terjadi gempa bumi berkekuatan 5,6 SR pukul 13.10 WIB, kedalaman 10 KM, wilayah 190 KM Barat Laut, Enggano – Bengkulu. Kemudian gempa susulan terjadi pada pukul 16.00 WIB dengan kekuatan 5,3 SR, kedalaman 26 KM, wilayah 190 KM Tenggara, Enggano – Bengkulu.

Kemudian pada 18 November, gempa bumi berkekuatan 6,8 SR terjadi pukul 20.37 WIB, kedalaman 10 KM, wilayah 187 KM Barat Laut, Enggano – Bengkulu. Gempa susulan terjadi pada pukul 21.07 WIB dengan kekuatan 5,6 SR, kedalaman 10 KM, wilayah 213 KM Barat Laut, Enggano – Bengkulu.

Gempa bumi kembali terjadi pada tanggal 21 November pukul 08.41 WIB, dengan kekuatan 5,0 SR, kedalaman 10 KM, wilayah 169 Barat Laut, Enggano – Bengkulu.

Sementara itu Camat Enggano Susanto, membenarkan adanya gempa bumi yang kerap terjadi hampir dalam kurun waktu satu minggu terakhir.

Meski demikian dikatakan Susanto, dampak guncangan gempa tidak terlalu dirasakan sebagian besar pulau terluar Kabupaten Bengkulu Utara tersebut

“Alhamdulillah guncangannya tidak terlalu terasa kalau di Pulau,” tutur Susanto, Senin (21/11).

Dikatakan juga oleh Susanto, dampak dari gempa tidak menimbulkan adanya peningkatan intensitas ombak. Peningkatan intensitas ombak lebih didominasi akibat cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari belakangan ini.

“Kalau ombak naik karena cuaca. Kalau karena gempa belum ada dampak ke situasi ombak di pantai,” tambah Susanto.

Lebih lanjut Susanto mengatakan, pihaknya tetap mengimbau kepada warga untuk selalu waspada, terhadap kemungkinan hal terburuk yang akan terjadi.

“Kita imbau saja warga untuk waspada. Terutama para nelayan, harus bisa melihat situasi ombak. Jadi jangan memaksa ke laut kalau cuaca sedang tidak baik,” pungkas Susanto.

Novan Alqadri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed